E L E O E N A
Aneh ?
Ya...
Kau tau dia siapa?
Dia..
Tokoh baru dalam otakku...
Kau tau..
Dia munafik
Bahkan
Licik
Terserah..
Mau berkata aku gila atau apa...
Kau sama saja Eleoena..
Bahkan lebih..
Jika kau mengatakan aku gila..
Aku berkata KAU jauh lebih gila
Sedikitpun aku tak pernah mengusik hidupmu
Sejengkal pun tidak pernah
But why?
Kau selalu saja membuatku jengah
Selalu saja membuat hal gampang menjadi rumit
Kau munafik Eleoena
Manis.. manis..
Dan selanjutnya
Duri kau tanam diatas topeng mu itu...
Manis... manis...
Dan selanjutnya kau membunuhnya...
Catatan kecil dari orang kecil yang memiliki cita-cita dan masa depan besar ,, Insya Alloh...
Kamis, 17 Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
I LOVE YOU ALLAH :)
Bodoh..
Kenapa otak dungu masih saja kupelihara ?
Untuk apa jauh meminta..
Mencari cara `tuk..
Melepas cengkeram penyiksaan
Bodoh..
Aku tak perlu jauh melangkah..
Cukup disini
Disudut sempit yang sunyi ini
Disudut yang penuh kedamaian ini
Bodoh..
Aku tak perlu tempat yang luas..
Hanya disini..
Sudah cukup
Satu ,,, Satu setengah meter pun cukup
`tuk melepas jerat lelah ini
`tuk Menangis melepas semua emosi
Cukup...
Cukup disini..
Bersimpulah...
Bersujudlah..
Aku kan mencoba...
Tak lagi berpaling..
Dari-Mu Ya Robb... :)
Kenapa otak dungu masih saja kupelihara ?
Untuk apa jauh meminta..
Mencari cara `tuk..
Melepas cengkeram penyiksaan
Bodoh..
Aku tak perlu jauh melangkah..
Cukup disini
Disudut sempit yang sunyi ini
Disudut yang penuh kedamaian ini
Bodoh..
Aku tak perlu tempat yang luas..
Hanya disini..
Sudah cukup
Satu ,,, Satu setengah meter pun cukup
`tuk melepas jerat lelah ini
`tuk Menangis melepas semua emosi
Cukup...
Cukup disini..
Bersimpulah...
Bersujudlah..
Aku kan mencoba...
Tak lagi berpaling..
Dari-Mu Ya Robb... :)
Selasa, 15 Januari 2013
Sajak singkat,. (Rabu pagi)
Semakin enggan bermimpi
Biarkan datar
Mengalir dengan waktu
Sekuat apapun tangan menopang
Sebanyak apapun air mata tercurah
Setinggi apapun mimpi ditatah
Debu tetaplah debu
Berbulir kecil, halus
Lemah, dan..
Tentu saja rapuh
Hendak sendiri menentang?
Bodoh !
Tanpa rencana mau berbuat apa?
Tetap rapuh..
Tetap lemah..
Tetap menyalahkan keadaan..
Lepaskan saja semua !
Menyerah !
Apa benar itu yang terbaik?
Biarkan datar
Mengalir dengan waktu
Sekuat apapun tangan menopang
Sebanyak apapun air mata tercurah
Setinggi apapun mimpi ditatah
Debu tetaplah debu
Berbulir kecil, halus
Lemah, dan..
Tentu saja rapuh
Hendak sendiri menentang?
Bodoh !
Tanpa rencana mau berbuat apa?
Tetap rapuh..
Tetap lemah..
Tetap menyalahkan keadaan..
Lepaskan saja semua !
Menyerah !
Apa benar itu yang terbaik?
Senin, 14 Januari 2013
Kae elitees teaiwe Aneeta
Ckckck...
Kenapa masih tidak berubah?
Angkuh !
Kadang terbit setitik rasa menyesal
Entahlah...
Terlalu rumit.. `tuk menerjemahkannya dalam kalimat
Bukan karena tak mampu
Namun..
Proses yang terlalu panjang..
Membuat jemari kaku...
Menuliskannya
Sayang..
Hingga kini tak ada yang mau besuara
Berbisik pun terlalu payah
Dan semua tentu tau
Hati manusia..
Tak dapat diterka
Jujur...
Terkadang aku ingin berteriak
Mengatakan semuanya,,,
Tanpa peduli apa kata mereka !
Kenapa masih tidak berubah?
Angkuh !
Kadang terbit setitik rasa menyesal
Entahlah...
Terlalu rumit.. `tuk menerjemahkannya dalam kalimat
Bukan karena tak mampu
Namun..
Proses yang terlalu panjang..
Membuat jemari kaku...
Menuliskannya
Sayang..
Hingga kini tak ada yang mau besuara
Berbisik pun terlalu payah
Dan semua tentu tau
Hati manusia..
Tak dapat diterka
Jujur...
Terkadang aku ingin berteriak
Mengatakan semuanya,,,
Tanpa peduli apa kata mereka !
Minggu, 13 Januari 2013
Kae Epeoha, Aentea deaeer esihate !
Masih berada dijalan yang sama
Lengang, licin, dan menguras konsentrasi
Oh..
Haruskah berputar arah?
Atau diam dalam kejenuhan yang tak terarah?
Masih sama....
Kau tau?
Bertahan dalam siluet yang tak pasti
Sangat menjerat !!!
Arrgghhhhhhh....
Aku lelah...
Masihkah harus terus mencoba?
Meyakinkan sukma yang kosong ini?
Sedang meyakinkan diri sendiri saja
Aku masih ragu....
Mungkin yang terbaik hanya diam...
Setelah semua gradasi yang tersembunyi itu..
Terkuak dengan paksa...
Ya...
Cukup dengan diam ...
Menghindar !!!
Bukan karena berang yang meruncing
Tapi
Karena ketakutan tanpa alasan....
Lengang, licin, dan menguras konsentrasi
Oh..
Haruskah berputar arah?
Atau diam dalam kejenuhan yang tak terarah?
Masih sama....
Kau tau?
Bertahan dalam siluet yang tak pasti
Sangat menjerat !!!
Arrgghhhhhhh....
Aku lelah...
Masihkah harus terus mencoba?
Meyakinkan sukma yang kosong ini?
Sedang meyakinkan diri sendiri saja
Aku masih ragu....
Mungkin yang terbaik hanya diam...
Setelah semua gradasi yang tersembunyi itu..
Terkuak dengan paksa...
Ya...
Cukup dengan diam ...
Menghindar !!!
Bukan karena berang yang meruncing
Tapi
Karena ketakutan tanpa alasan....
Jumat, 11 Januari 2013
Gerimis Itu ...
Rintik ringan mulai menitik
Gerimis yang berebut hendak turun
Mencoba menapak bumi dan menyusup dalam kisma
Bersama semilir angin rendah
Menerbangkan bulir debu
Mencoba membumbung keangkasa
Riuh rendah telapak kaki berlari
Mencoba tetap sama
Berharap gerimis tak berubah hujan
Agar senyum itu...
Masih ada
Masih sama
Masih terkembang dengan tulus
Arrggghhhhhh
Kenapa aku begitu bodoh?
Apa yang telah kulakukan?
Bukankah aku tahu..
Bahwa waktu tak pernah berulang..
Apakah masih harus menunggu?
Bukankah pelangi tak akan tampak disiang buta ?
Gerimis yang berebut hendak turun
Mencoba menapak bumi dan menyusup dalam kisma
Bersama semilir angin rendah
Menerbangkan bulir debu
Mencoba membumbung keangkasa
Riuh rendah telapak kaki berlari
Mencoba tetap sama
Berharap gerimis tak berubah hujan
Agar senyum itu...
Masih ada
Masih sama
Masih terkembang dengan tulus
Arrggghhhhhh
Kenapa aku begitu bodoh?
Apa yang telah kulakukan?
Bukankah aku tahu..
Bahwa waktu tak pernah berulang..
Apakah masih harus menunggu?
Bukankah pelangi tak akan tampak disiang buta ?
Selasa, 08 Januari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)



